Status aliran air
Deteksi apakah air sedang mengalir — cocok meski mesin masih dinyalakan manual.
- Indikator hidup / mati real-time
- Durasi penyiraman otomatis tercatat
- Total liter (jika pakai flow sensor)
Smart Farming · IoT · Features
Samika Tech Solutions
Dibangun bertahap: mulai yang paling dibutuhkan, lalu naik ke otomasi dan analitik.
Phase 1
Fondasi yang langsung menjawab: sudah disiram belum, air hidup atau mati.
Deteksi apakah air sedang mengalir — cocok meski mesin masih dinyalakan manual.
Tahu kondisi tanah per zona tanpa harus digali atau dicek manual tiap hari.
Pemilik dan petani melihat status kebun dari HP, plus alert saat ada yang tidak biasa.
Bukti kerja di lapangan — kapan siram mulai dan selesai, tersimpan rapi.
Phase 2
Setelah monitoring stabil, naik ke otomasi dan kendali multi-zona.
Pompa atau katup jalan sendiri berdasarkan ambang kelembapan dan jadwal.
Tiap blok kebun punya sensor, ambang, dan jadwal sendiri.
Integrasi prakiraan hujan agar tidak menyiram sia-sia.
Pemilik melihat semua; petani fokus kerja lapangan dan konfirmasi.
Phase 3
Untuk skala lebih besar: prediksi, AI, dan efisiensi bisnis.
Model memperkirakan berapa air dibutuhkan besok berdasarkan cuaca, tanaman, dan histori.
Deteksi visual daun bermasalah, hama, atau pertumbuhan tidak merata.
Campur pupuk cair otomatis sesuai resep dan jadwal tanam.
Ubah data sensor menjadi angka yang berguna untuk keputusan.
Implementation
Urutan realistis — terutama jika mesin air masih manual.
Flow sensor + status air + notifikasi. Mesin tetap manual.
Soil moisture + alert kering + log harian ke WhatsApp.
Relay / valve + rules multi-zona + failsafe.
Cuaca, prediksi, kamera AI, laporan biaya multi-lahan.
Untuk kasus Anda
Karena mesin air masih manual, tiga nilai ini bisa langsung terasa.
Tanpa ke kebun — status aliran terlihat di HP.
Riwayat durasi jadi catatan kerja petani.
Fondasi data sama — tinggal tambah kontrol listrik.
Konsep untuk orang awam · Teknis untuk arsitektur & stack.